Tanggamus – Pada hari Selasa, 12 Agustus 2025, mahasiswa KKL-PPM Kelompok 24 Universitas Malahayati Bandar Lampung melaksanakan kegiatan penyuluhan lingkungan dengan tema “CERIA” (Cegah Erosi dan Rusaknya Iklim lewat Aksi Biopori) dan “CANTIK” (Ciptakan Anorganik nan Terpakai Indah Kembali) di Pekon Kalimiring, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja utama mahasiswa KKL-PPM UNMAL yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Acara dihadiri oleh aparat pekon, kader lingkungan serta masyarakat setempat dengan penuh antusiasme.
Awal Kegiatan
Kegiatan diawali dengan persiapan bersama antara mahasiswa dan warga, mulai dari menata lokasi, menyiapkan peralatan bor biopori, hingga bahan kerajinan tangan dari limbah gelas plastik.
Materi Sosialisasi: Biopori dengan Tema CERIA

Biopori adalah lubang kecil di tanah berdiameter ±10 cm dengan kedalaman 80–100 cm. Lubang ini berfungsi untuk meningkatkan daya serap air hujan, mengurangi genangan, dan sebagai tempat penguraian sampah organik menjadi kompos.
Prinsip: resapan alami, daur ulang sampah organik, teknologi tepat guna.
Tujuan: mencegah banjir, menjaga ketersediaan air tanah, mengurangi sampah organik, dan menyuburkan tanah.
Manfaat: mengurangi sampah organik, mencegah genangan, memperbaiki kualitas tanah, serta mendukung pelestarian lingkungan.
Alat dan Bahan Biopori:
• Bor tanah (diameter 10 cm, panjang ±1 m)
• Pipa paralon berlubang / pipa besi modifikasi
• Penutup pipa
• Sampah organik (daun kering, kulit buah, sisa sayuran)
Langkah Membuat Biopori:
1. Tentukan lokasi yang sering tergenang air.
2. Bor tanah sedalam 80–100 cm.
3. Masukkan pipa paralon berlubang.
4. Tutup bagian atas pipa.
5. Isi rutin dengan sampah organik.
6. Biarkan terurai menjadi kompos alami.
Materi Sosialisasi: Kerajinan Tangan dengan Tema CANTIK

Selain biopori, mahasiswa juga mengenalkan tema CANTIK untuk mengolah limbah anorganik, khususnya gelas plastik sekali pakai, menjadi kerajinan tangan yang fungsional dan indah.
Prinsip: reuse, recycle, creativity.
Tujuan: mengurangi sampah plastik, meningkatkan keterampilan, menciptakan produk bermanfaat, memberi peluang usaha.
Manfaat: ramah lingkungan, menumbuhkan kreativitas, menghasilkan barang menarik, membuka peluang ekonomi.
Alat dan Bahan Tas Gelas Plastik:
• Gelas plastik bekas (dibersihkan)
• Gunting / cutter
• Kawat emas (untuk merangkai potongan sekaligus hiasan)
• Aksesoris tambahan: pita, kancing, manik-manik
Langkah Membuat Tas dari Gelas Plastik:
1. Kumpulkan gelas plastik bekas, cuci bersih, lalu keringkan.
2. Potong bagian bawah gelas plastik agar bisa disusun.
3. Susun potongan gelas sesuai pola.
4. Rangkai menggunakan kawat emas hingga membentuk lembaran.
5. Satukan lembaran menjadi bentuk tas.
6. Buat pegangan dari kawat emas yang lebih tebal.
7. Tambahkan hiasan dari pita, kancing, atau manik-manik sesuai selera.
Praktik Lapangan
Setelah sosialisasi, kegiatan langsung dilanjutkan dengan praktik nyata bersama warga.

• Mahasiswa bersama masyarakat membuat lubang biopori di area dusun Pekon Kalimiring, yang langsung diisi sampah organik agar berfungsi sebagai resapan air dan penghasil kompos.

• Sementara itu, kelompok ibu-ibu dan remaja melakukan praktik membuat tas dari gelas plastik bekas, dengan merangkai potongan gelas menggunakan kawat emas hingga terbentuk tas yang indah dan fungsional.
Praktik lapangan ini membuat suasana semakin hidup, karena peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung menghasilkan karya nyata.
Antusiasme Warga dan Harapan
Kegiatan dengan tema CERIA dan CANTIK mendapat sambutan hangat dari masyarakat Pekon Kalimiring. Warga terlihat antusias, aktif bertanya, dan bersemangat mengikuti praktik biopori maupun pembuatan tas plastik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu menerapkan biopori untuk menjaga lingkungan sekaligus mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai guna.
Mahasiswa KKL-PPM Kelompok 24 berharap Pekon Kalimiring bisa menjadi contoh desa yang CERIA (Cegah Erosi dan Rusaknya Iklim lewat Aksi Biopori) dan CANTIK (Ciptakan Anorganik nan Terpakai Indah Kembali).
Penulis: Tim KKL-PPM Kelompok 24 Pekon Kalimiring






